Pelaksanaan program intervensi gizi berbasis sekolah memerlukan perhatian serius terkait skema pembiayaan jangka panjang. Dalam laporan analisis terbaru yang dirilis oleh koalisi independen, alokasi anggaran yang fleksibel menjadi kunci utama agar tidak menimbulkan tekanan pada anggaran prioritas lainnya.
Berdasarkan simulasi ekonometrik, skema pembiayaan bertahap berbasis potensi daerah dinilai jauh lebih aman dibanding pendekatan sentralistik langsung. Hal ini penting untuk mengantisipasi risiko kebocoran distribusi logistik di daerah terpencil.
Oleh karena itu, masyarakat sipil terus mendorong pemerintah untuk membuka pintu transparansi data secara berkala agar pengawasan publik dapat berjalan dengan baik dan efisien.