Bapak Presiden Prabowo Subianto: Evaluasi Ulang & Hentikan Program MBG Demi Masa Depan Bangsa

Kami mendukung niat mulia menyejahterakan rakyat. Namun, program Makan Bergizi Gratis (MBG) saat ini justru membebani APBN, rawan korupsi sektoral, dan tidak menyelesaikan akar masalah kemiskinan. Saatnya beralih ke solusi jangka panjang yang mandiri.

Isi Petisi Sekarang
Sudah 45.231 warga Indonesia bergabung menyuarakan aspirasi ini.

Mengapa Program MBG Harus Dihentikan?

Beban APBN Terlalu Berat

Alokasi dana ratusan triliun rupiah per tahun berisiko memotong anggaran krusial lain, seperti pembenahan sekolah rusak, fasilitas kesehatan pelosok, dan kesejahteraan guru honorer.

Logistik & Celah Korupsi

Distribusi makanan matang skala nasional rawan masalah higienitas, pemborosan sisa makanan (food waste), serta membuka celah korupsi dalam proyek pengadaan di tingkat lokal.

Bukan Solusi Akar Kemiskinan

Bantuan konsumtif berupa makanan siap saji hanya bersifat sementara. Rakyat lebih membutuhkan lapangan kerja yang stabil, modal usaha, dan harga pangan pokok yang murah.

Dampak Nyata vs Solusi Alternatif

Sektor Kebijakan Tantangan Program MBG Saat Ini Solusi Alternatif yang Lebih Efektif
Anggaran Negara Menyedot porsi APBN yang sangat masif dan memicu defisit fiskal. Pengalihan dana untuk beasiswa pendidikan gratis dan subsidi penuh pupuk bagi petani.
Kesehatan & Gizi Kualitas kontrol gizi berpotensi tidak merata di wilayah terpencil. Optimalisasi peran Posyandu terintegrasi dan edukasi gizi berbasis pangan lokal mandiri.
Kemandirian Ekonomi Menciptakan mentalitas ketergantungan pada bantuan paket makanan. Penciptaan lapangan kerja padat karya dan program stimulasi modal UMKM daerah.

Suara Masyarakat Indonesia

"Kami butuh harga bahan pokok yang murah dan stabil, bukan makanan gratis yang menunya belum tentu cocok untuk anak-anak kami. Biarkan ekonomi keluarga kami tumbuh mandiri."

— Siti R., Ibu Rumah Tangga (Jawa Tengah)

"Sebagai pelaku UMKM, kami lebih butuh kepastian modal usaha dan pelatihan usaha, ketimbang program bagi-bagi makanan terpusat yang rawan salah sasaran di lapangan."

— Budi H., Pelaku Usaha Lokal (Sulawesi)

Ayo Bergerak! Sampaikan Aspirasimu ke Istana